Selasa, 01 Oktober 2019

asam dan basa

ASAM DAN BASA



Larutan asam basa adalah satu sifat larutan yang sering kita jumpai dalam kehidupan , sebagai contoh untuk larutan asam yang dapat ditemukan disekitar kita adalah asam cuka asam sitrun,asam jawa , asam belimbing dan yang di dalam tubuh kita untuk proses pencernaan makanan adalah asam lambung.

istilah asam (acid) berasal dari bahasa liatin yaitu acetrum yang berarti cuka.

berdasarkan sifat keasamannya larutan dibedakan menjadi tiga golongan yaitu sifat asam , basa dan netral.


uji keasaman larutan dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut indikator.
indikator asam basa dapat dijumpai dalam berbagai macam bentuk. salah satu nya berupa zat warna yang mampu menunjukan perbedaan warna dalam larutan asam maupun basa.penggunaan indikator sangat lah praktis salah satu contohnya adalah kertas lakmus.

Hasil gambar untuk indikator lakmus



Teori asam basa menurut Arrhenius

seorang ilmuwan dari swedia yg bernama Svante August Arrhenius (1859 - 1927) pada tahun 1884 berhasil menemukan konsep yang cukup memuaskan tentanga asam dan basa dan tetap ditereima hingga sekarang.

berdasarkan penemuan nya asam adalah zat yang dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion OH+. sedangkan basa adalah zat  yang dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion OH - .dengan kata lain OH+ adalah pembawa sifat asam .




berikut beberapa contoh asam beserta valensinya

Hasil gambar untuk rumus persamaan dari pendapat arrhenius


Berikut beberapa contoh basa beserta valensi nya

Hasil gambar untuk rumus persamaan dari pendapat arrhenius



kekuatan asam basa

Asam dan basa yang terionisasi membentuk  H+ dan OH- merupakan reaksi kesetimbangan. sifat keasaman suatu zat memiliki kekuatan   keasaman yang berbeda beda dan kekuatan nya dinyatakan dengan bentuk tetapan keseimbangan . untuk zat yg bersifat asam kekuatan asam nya dinyatakan dalam tetapan ionisasi asam (Ka) sedangkan untuk basa dinyatakan dalam tetapan kesetimbangan basa (Kb). kekuatan asam dan basa suatu zat ditentukan melalui banyak sedikit nya ion H+ dan OH- yang dilepaskan dan nilai derajat ionisasi .


Derajat Keasaman PH

Air sebagai pelarut juga akan mengalami ionisasi, tetapi air merupakan elektrolit lemah dan sebagian kecil molekulnya akan terionisasi menjadi H+ dan OH- .penambahan asam atau basa  arrhenius  kedalam pelarut air  akan menyebabkan terjadinya perubahan konsentrasi H+ dan OH -  dalam larutan. semakin besar kandungan H+, makin asam larutan tersebut. keberadaan  ion H+ dan OH-  dalam larutan sangat lah kecil, sehingga penulisan nya menjadi tidak praktis .

pada tahun 1909 seorang ahli kimia dari Denmark yang bernama Sorensen (1868 - 1939) mengusulkan konsep PH untuk menyatakan konsentrasi ion H+ yaitu sama dengan negatif logaritma konsentrasi ion H+ .

 Secara matematika diungkapkan dengan persamaan : pH = -log [H+]




Refrensi  ; Buku ensiklopedia kimia 3(PT .Lentara Abadi ,jakarta 2013)









asam dan basa

ASAM DAN BASA Larutan asam basa adalah satu sifat larutan yang sering kita jumpai dalam kehidupan , sebagai contoh untuk larutan asam y...